KERESAHAN ISLAM JAMAAH

share to

Oleh: Nur Hudarrohman*

Islam jamaah, lemkari, atau yang lebih dikenal sebagai LDII adalah sebuah kelompok yang sesat dan menyesatkan, yang telah melenceng sangat jauh dari koridor Ahlu Sunnah wal Jamaah. Tak ayal jika para masyarakat merasa resah akan adanya firkoh terkutuk ini. Bahkan aparat pemerintah harus turun tangan dalam membasmi kelompok ini.

Dalam IJ(Islam Jamaah) ada dua kelompok yang  disebut dengan sebutan Ansr dan Muhajirin, namun pengertian dua kata tersebut tak seperti pengertian yang kita keetahui. Dalam  IJ, istilah ini memiliki pengertian yang lain, Ashor adalah sebutan bagi orang biasa, sedangkan Muhajirin adalah sebutan bagi anggota yang telah menyerahkan hidup matinya dan seluruh harata bendanya kepada imam yang dibai’at.

Pangkal kesesatan IJ yang paling mendominasi adalah ke-otoritasan mutlak bagi imam yang telah dibaiat dalam mentafsirkan dan mengimplementasikan Alquran dan Hadits. Para jamaah mereka tersihir akan apa yang dilontarkan oleh sang imam, mereka menyebut hal ini dengan ijtihad sang imam. Sang imam memberikan sebuah ijtihad pada para jamaah-nya. Dengan ijtihad ala imam tersebut, tak peduli seperti apa pembelajaran-nya, harus diterima oleh para jamaah-nya. Mereka tak gentar dalam mendakwah kan segala ajaran-nya, tak peduli segala macam cibiran dan berbagai macam kecaman yang dilontarkan pada mereka. karena mereka telah terprofokasi dengan ucapan para pemimpin mereka,“Seribu rintangan, sejuta pertolongan, dan jutaan cobaan miliaran kemenangan, sorga pasti, kebo-kebo maju, barongan-barongan mundur”. Artinya kalau lagi aman terus maju, aktif, giat, bergerak, dan kalau lagi ada serangan, diam tunggu sampai aman”.

Ada sedikit kesamaan antara kaum IJ dan kelompok yang telah jelas kekafirannya yaitu Syiah. Jika dalam Syiah ada istilah Takkiyah (boleh-nya berbohong pada siapapun atas nama agama), maka dalam IJ ada istilah Fathonah Bithonah (boleh berbohong/wajib berbohong  kepada selain kelompok Islam Jamaah).

Di samping ajaran yang sesat dan juga menyesatkan tersebut, mereka juga mengangap golongan selain mereka kafir, bahkan dianggap-nya sebagai hewan yang paling najis di dunia. Keharusannya berbaiat pada sang amir menjadi sebuah acuan yang paling mendasar dalam aliran ini. Sifat sombong, acuh tak acuh, ujub, takabbur, dan selalu ingin benar sendiri adalah sebuah ciri khas para kelompok sempalan ini. Pemimpin mereka melarang mereka untuk membaca buku-buku yang di luar ajaran IJ. Begitu juga larangan untuk mendengarkan pengajian-pengajian di luar ajaran mereka. Hal tersebut yang menyebabkan banyaknya orang yang terperosok lebih dalam ke lembah kenistaan tersebut. Dan akhirnya kelompok ini telah berhasil dibasmi pada sekitar tahun 1970-an karena telah meresahkan para masyarakat. Yang paling perlu diperhatikan bahwasannya ajaran kelompok ini menyimpang dari koridor syariat islam dan menyeleweng dari segala norma-norma kehidupan.

*Redaksi Mading MADINAH

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net