Psikologi Santri, Tanamkan Lemah Lembut, Kasih Sayang, dan Adil

share to

Lembaga Psikologi dan Bimbingan Konseling (LPBK) Pondok Pesantren Sidogiri mengadakan bimbingan psikologi untuk semua kepala kamar warga asrama baru. Acara bimbingan ini dilaksanakan di auditorium kantor sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri dengan Mas M. Syamsul Arifin Munawwir, M. Psi., M.H. sebagai pemateri. Acara ini dilaksanakan pada hari Jumat (23/09). Tujuannya agar kepala kamar bisa memahami psikologi santri dan cara membina santri yang lebih efektif.

Suasana acara bimbingan psikologi kepala kamar di Augitorium Lt. II

Mas Syamsul menyampaikan bahwa kemampuan untuk membina santri dengan psikologi perlu diketahui oleh para kepala kamar. “Nabi Muhammad mengajar dengan psikologi, makanya para sahabatnya menjadi orang besar,” tutur Ketua PC HMASS ini.

Beliau mewanti-wanti kepala kamar supaya dapat menjadi tauladan bagi warga kamarnya, sebab anak kecil tak ubahnya spons, semua diserap tidak melihat itu air atau kopi. “Setiap anak lahir dalam keadaan fitrah, hal yang mengubah mereka ialah orang tua dan lingkungan.” ”Tugas kepala kamar bukan hanya mengurus makan, tetapi juga mendidik warga kamarnya. Kalau dididik dengan baik jiwa dapat tumbuk baik sebagaimana tubuh.” imbuhnya.

Mas Syamsul menyampaikan beberapa tips mendidik warga kamar ala Rasulullah SAW.

Ada beberapa tip dari Mas Syamsul untuk mendidik anak kecil antara lain: lemah lembut, kasih sayang, dan adil sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah, “Ternyata anak berprestasi terpengaruh faktor orang tuanya adil. Hal ini pernah disampaikan oleh pendiri psikologi Islam di Indonesia.”

Beliau mengarahkan para kepala kamar agar tidak keras dalam mendidik anak kecil. Secara psikologi beliau menjelaskan bahwa anak kecil itu mudah stres, “Anak kecil mudah stres (red; tidak kerasan) karena tinggal di tempat baru. Itu wajar.”
Faktor lain anak tidak kerasan ialah tidak memiliki teman. Oleh karena itu, kepala kamar harus membantu warga kamarnya. “Di antara caranya sampeyan carikan teman, misal dengan cara disuruh membersihkan bareng,” saran Staf Pengajar MMU Aliyah ini.

Hal paling penting menurut beliau ialah doa orang tua, “Habib Umar bin Hafidz menyampaikan bahwa ulama dulu lebih sukses karena salat malam dan doa. Doa merupakan pokok utama yang harus dilakukan orang tua.”

Kepala Kamar
Ketua II
Moderator

Penulis: Iwanulkhoir

Editor: Nur Hudarrohman

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.