BeritaUnggulan

Ubudiyah Gelar Praktik Shalat Ma’dzur

“Membahas orang yang memiliki uzur tidak hanya bagaimana cara mereka shalat, tapi juga tentang bagaimana mereka bersuci, termasuk wudhu dan tayammum,” terang Ust. Shofiyul Muhibbin, S.Pd.I., pada acara kursus praktik shalat ma’dzur, yang digelar oleh bagian Ubudiyah⁩ di Masjid Jamik Sidogiri, malam Senin (29/06).

Kursus ini dihadiri oleh segenap staf pengajar kelas 1 MMU Tsanawiyah, dan kelas 4 s.d. 5 MMU Ibtidaiyah. Adapun tujuan dari kursus praktik shalat ma’dzur ini adalah untuk menambah wawasan visual dari para pengajar, sehingga dapat menjelaskan materi di ruang kelas masing-masing dengan lebih efektif, sistematis, dan mudah dipahami murid.

Pada sesi penyampaian materi, Ust. Shofi juga menjelaskan bermacam-macam uzur saat beribadah. Di antaranya adalah istihadzah, buang angin atau air seni terus-menerus, dan darah yang selalu mengalir, baik lewat hidung atau luka yang menganga.

“Semua uzur yang dialami, apabila sudah berhenti maka wajib untuk melakukan ibadah seperti sedia kala,” jelas ketua Lajnah Tashih Sidogiri (LTS) tersebut.

Selain itu, Ust. Shofi turut menyampaikan syarat dan ketentuan bersuci bagi orang ma’dzur. Mulai dari ketentuan waktu berwudhu, serta penanganan luka yang berdarah dengan basuhan air atau balutan perban.

Mengenai praktik shalat ma’dzur, Ust. Shofi menjelaskan urutan keadaan dalam shalat. Mulai dari shalat dalam keadaan duduk, hingga shalat menggunakan isyarah bagi orang yang tidak mampu bergerak sama sekali.

Penulis: Ariel Laza Wardi
Editor: A. Kholil

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *