Bertempat di Ruang Auditorium Kantor Sekretariat, Annajah Center Sidogiri (ACS) mengadakan seminar ilmiah dengan tema “Relasi Antara Ilmu Kalam dan Ushul Fikih”, dengan menghadirkan K.H. Qoimuddin sebagai narasumber, malam Senin (03/08). Seminar ini diikuti oleh seluruh anggota kajian ACS, mulai dari anggota semester I hingga bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang)
K.H. Qoimuddin mengawali penyampaian materi dengan menerangkan bahwa ilmu itu memiliki penyebutan masing-masing. Menurutnya, ilmu Ushul Fikih adalah ilmu untuk mengetahui sumber-sumber hukum Fikih. Akan tetapi, setiap ilmu pasti memiliki kaitan dengan disiplin ilmu lainnya. “Ushul Fikih itu pasti ada hubungannya dengan ilmu yang lain, termasuk juga dengan ilmu Kalam,” tegasnya.

Di samping itu, beliau juga menjelaskan bahwa Ilmu Kalam itu sudah ada sejak zaman Nabi Idris. Dikisahkan bahwa beliau didatangi oleh iblis yang menanyakan apakah Allah mampu memasukkan dunia yang besar ini dalam satu butir telur.
Di antara relasi antara Ilmu Kalam dan Ushul Fikih yang dijelaskan oleh Kiai Qoim adalah masalah taklif. Pembahasan taklif dalam Ushul Fikih juga memiliki hubungan dengan pembahasan taklif yang ada pada ilmu Kalam.
Sebelum sesi tanya jawab, Ketua Divisi Pendidikan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah ini menyimpulkan bahwa seluruh ilmu itu pasti memiliki hubungan satu sama lain. Kemudian, seminar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh segenap peserta seminar.
Penulis: Ariel Laza Wardi
Editor: Fahmi Aqwa












