Kamis malam (18/12), Lembaga Penelitian Studi Islam (LPSI) menggelar Sidang Buku yang berlangsung di lantai dasar Mabna al-Ghazali. Kegiatan ini menjadi ajang presentasi dan adu gagasan bagi enam Forum Kajian (FK) di bawah naungan LPSI, sekaligus ruang evaluasi ilmiah atas karya-karya yang telah mereka susun.
Sidang Buku LPSI tahun ini menghadirkan dua narasumber sekaligus dewan penguji, yakni Ust. Moh. Afifuddin dan Ust. Khotibul Umam, Lc. Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, sidang kali ini tidak melalui tahap penyisihan, melainkan langsung difokuskan pada forum koreksi akhir.
Ketua LPSI, Ust. Hubby Abdillah, menjelaskan bahwa perubahan format tersebut bertujuan agar setiap karya peserta mendapatkan masukan langsung dari pihak yang berkompeten. “Dengan model ini, karya peserta bisa langsung dikoreksi, dinilai, dan diarahkan secara ilmiah,” ungkapnya.
Selain sebagai forum penilaian, Sidang Buku ini juga bertujuan menumbuhkan budaya literasi dan meningkatkan semangat penulisan ilmiah di kalangan anggota LPSI. Enam Forum Kajian yang berpartisipasi dalam sidang ini meliputi FK Sejarah, FK Ushul Fikih, FK Hadits, FK Kaidah Fikih, FK Tafsir, dan FK Tasawuf. Masing-masing FK mempresentasikan buku hasil kajian kolektif mereka di hadapan dewan penguji.
Setelah melalui proses evaluasi, koreksi, dan arahan perbaikan, dewan juri menetapkan tiga Forum Kajian terbaik berdasarkan kualitas penyajian, kedalaman analisis, serta bobot keilmuan karya yang dipresentasikan. Adapun hasil penilaian tersebut adalah sebagai berikut:
Juara III diraih oleh FK Sejarah melalui buku “7 Pilar Dunia: Kisah Teladan Wanita Salihah”.
Juara II diraih oleh FK Tafsir dengan karya berjudul “Perang Suci: Perspektif Islam tentang Kekerasan, Pertahanan, dan Koeksistensi”.
Sementara Juara I diraih oleh FK Hadits melalui buku “Metodologi as-Suyuthi dalam Mentarjih Hadits-Hadits Kontradiktif”.
Buku-buku yang telah dinyatakan lolos dan direvisi sesuai arahan dewan penguji selanjutnya akan diterbitkan oleh Sidogiri Penerbit. Selain itu, karya-karya tersebut juga akan menjadi koleksi resmi Perpustakaan Sidogiri sebagai khazanah keilmuan yang dapat diakses oleh santri dan civitas pesantren.
Penulis: Nijaful Ali
Editor: Fahmi Aqwa












