BeritaUnggulan

Studi Banding Metode Tarbiyah, Pengurus Ponpes Syaichona Moh. Cholil Kunjungi Sidogiri

Rombongan pengurus Madrasah Diniyah Salafiyah Al-Ma’arif Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, melakukan studi banding ke Pondok Pesantren Sidogiri pada Rabu (08/10). Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung metode pendidikan (tarbiyah) yang diterapkan di Sidogiri.

Rombongan yang terdiri dari 13 peserta tersebut disambut hangat oleh jajaran pengurus Badan Tarbiyah wa Ta’lim Madrasy (Batartama) dan Lembaga Psikologi dan Bimbingan Konseling (LPBK) di Ruang Auditorium Kantor Sekretariat.

Materi pertama disampaikan oleh Wakil II Batartama, Ust. Drs. Muhammad Jailani Abdillah. Dalam paparannya, beliau mengibaratkan dunia pendidikan dengan dunia pertanian. “Pendidikan itu serupa dengan pertanian. Bibitnya harus unggul, lahannya harus subur, dan petaninya mesti profesional,” ungkap staf pengajar MMU Aliyah tersebut.

Lugas; Ust. Drs. Muhammad Jailani Abdillah sedang menjelaskan materi studi banding dari segi pendidikan.

Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya perlakuan yang sesuai terhadap karakteristik setiap peserta didik, baik yang memiliki IQ superior maupun di bawah rata-rata. “Bahkan bagi santri yang memiliki IQ superior, kami fasilitasi melalui kelas akselerasi,” jelas mantan Kepala Perpustakaan ini.

Ust. Jailani juga menekankan bahwa tidak ada santri yang benar-benar bodoh, sebab setiap anak memiliki potensi dan keistimewaan dalam bidang tertentu. “Jangan menilai kebodohan hanya dari hasil mata pelajaran seperti Mantiq atau Balaghah. Setiap anak pasti memiliki keunggulan masing-masing,” tambahnya.

Baca juga: Studi Banding Kuliah Syariah ke LTI: Kaji Standarisasi Tahqiq Kitab

Materi kedua disampaikan oleh Wakil II LPBK, Ust. Hariyanto, S.Pd., yang membahas aspek psikologis dalam pendidikan. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya menjaga persepsi guru terhadap peserta didik. “Guru tidak boleh melabeli murid dengan istilah ‘bodoh’, karena label tersebut dapat tertanam dalam alam bawah sadar anak dan memengaruhi masa depannya,” tegasnya.

Lebih jauh, beliau juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh santri dari kalangan kurang mampu, terutama yang berasal dari keluarga dengan konflik internal. Menurutnya, problematika semacam ini seringkali menjadi penyebab utama rendahnya performa akademik santri.

“Faktor-faktor non-akademik seperti kondisi keluarga kerap kali memengaruhi kemampuan belajar anak,” ujarnya.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara peserta studi banding dan para pemateri. Melalui forum ini, rombongan dari Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil mengaku memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pendekatan edukatif dan psikologis yang diterapkan di Pondok Pesantren Sidogiri, khususnya dalam menangani santri dengan kemampuan belajar yang kurang mendukung.

Penulis: Ariel Laza Wardi
Editor: A. Kholil

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *