SigiGo: Budayakan Hidup Sehat dengan Bersepeda

share to

Bersepeda menjadi pilihan olahraga populer di negara maju dan berkembang. Tentu saja berbagai macam olahraga membantu meningkatkan kesehatan. Bagaimana dengan komunitas SigiGo yang sudah lima kali menggelar funbike Sepeda Santri? Berikut laporannya.                                                            

Derap: Ust. Alil Wafa, salah satu panitia, mengatur keberangkatan peserta Sepeda Santri 2017

Ahad (10/08) event funbike Sepeda Santri digelar untuk menyemarakkan Milad Sidogiri ke 280 dan Ikhtibar MMU ke 81. Kian tahun, peserta kian membeludak dan kegiatan rutin ini makin dikenal luas. Terbukti, lebih dari 6000 tiket ludes terjual. Peserta pun beragam, bukan hanya dari kalangan alumni tetapi juga pecinta gowes di kawasan Jawa Timur. Tentu saja semua ini tidak luput dari peran komunitas SigiGo sebagai aktor utama.

Berdasarkan penuturan Sekretaris Panitia, Ikbal Akkad, SigiGo merupakan sebuah komunitas bersepeda yang mengupayakan budaya hidup sehat di kalangan santri dan masyarakat luas. SigiGo terbentuk sejak tahun 2012 dan diresmikan langsung oleh Mas d. Nawawy Sadoellah selaku ketua.

Komunitas SigiGo sudah tersebar ke berbagai wilayah. Diantaranya Malang, Jember, Banyuwangi, Sampang dan lain-lain. Banyak para alumni, lembaga perkantoran yang juga ikut serta dalam komunitas bersepeda tersebut. Adapun rute yang ditempuh terkadang mencapai jarak hingga 22 Km.

Semenjak 2012 SigiGo turut serta meramaikan Milad Pondok Pesantren Sidogiri dengan  mengadakan event funbike Sepeda Santri. Tak tanggung-tanggung, hadiah yang disediakan oleh panitia sangat menggiurkan. Untuk event tahun ini saja, panitia menyediakan empat sepeda motor, yakni dua Vario dan dua Beat, serta berbagai hadiah hiburan lainnya.

“Kadang kita mengadakan event-event di berbagai wilayah secara bergantian, mulai dari Jember, Malang, Sampang, Banyuwangi dan lain-lain. Biasanya digelar di waktu liburan tiba,” terang santri asal Kangkungan Pasuruan yang telah menamatkan studi kuliyahnya di Universitas Pasim Bandung.

Motto Against Lazy menjadi pembakar semangat para anggota sekaligus kampanye kepada masyarakat. Namun, motto ini kemudian diganti dengan bahasa Indonesia menjadi ‘Melawan Malas’.

“Untuk sekarang ini diganti ‘Melawan Malas’ agar  mudah dimengerti saja,” terangnya ketika itu.

Untuk event tahun ini, santri Pondok Pesantren Sidogiri tidak diijinkan ikut serta dalam Sepeda Santri. Hal ini dengan berbagai pertimbangan pihak panitia. Namun pengurus dan panitia memberikan solusi yang sepadan, yakni Jalan Sehat yang juga merupakan event dari SigiGo. Event ini akan dilaksanakan sehari sebelum pulangan santri.

Jadwal rutin gowes komunitas SigiGo adalah tiga kali selama sepekan yaitu pada hari Rabu, Jumat dan Ahad. Berdasarkan keterangan Ust. Ikbal Akkad, tahun baru Hijriyah yang lalu, SigiGo mengundang anggota komunitasnya yang berada di setiap wilayah untuk mengikuti rombongan ziarah ke makam para Wali.[]

====
Penulis: Muhammad Ibnu Salam
Editor   : Muh Kurdi Arifin

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Chat WA dengan kami