Daurah Ilmiah; NU, FPI, dan Muhammadiyah Bahas Amar Makruf Nahi Mungkar

share to

Keterangan; KH. Yahya Cholil Staquf (Katib ‘Aam PBNU), Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman al-Attas (ketua Front Santri Indonesia), dan DR. Saad Ibrahim, MA. (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur).

Senin (16/08), Panitia Milad Sidogiri 282 menggelar acara Daurah Ilmiah yang bertempat di Gedung Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS). Tema yang diangkat pada daurah kali ini adalah Rahmatan lil ‘Alamin dalam Bingkai Amar Makruf Nahi Mungkar. Narasumber yang dihadirkan panitia adalah KH. Yahya Cholil Staquf selaku Katib ‘Aam PBNU, Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman al-Attas selaku ketua Front Santri Indonesia, dan DR. Saad Ibrahim, MA. selaku Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

Acara yang dimoderatori Ust. Ahmad Dairobi Naji ini berlangsung meriah dan kondusif. Peserta yang terdiri dari perwakilan Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (HMASS), pimpinan madrasah Miftahul Ulum, pengurus PCNU Pasuruan, keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, dan beberapa dewan guru memenuhi kursi yang telah disediakan panitia.

Saad Ibrahim, MA. menerangkan masalah persatuan umat baik dari segi nash al-Quran maupun dari sisi sejarah. Beliau juga menyinggung bahwa orang Muhammadiyah yang bermanfaat bagi sesamo orang Muhammadiyah itu hal yang biasa. Justru yang luar biasa adalah ketika bisa bermanfaat bagi kelompok-kelompok lain.

Keterangan: Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Front Santri Indonesia bergandeng tangan di Pondok Pesantren Sidogiri.

Sementara dalam penyampaiannarasumber yang kedua, KH. Yahya Cholil Staquf menjelaskan strategi dalam bingkai amar makruf nahi mungkar. Dalam penjelasannya, beliau mengatakan tentang pentingnya memperhatikan saudara sesama muslim yang berada di wilayah minoritas. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa NU memilih menghentikan konflik. “Apa pun jalan yang harus ditempuh, harus berusaha menghentikan konflik.” Tegas beliau.

 

Narasumber terakhir adalah Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman al-Attas. Beliau menyampaikan sepuluh standar prosedur FPI dalam melakukan amar makruf nahi mungkar. Prosedur ini jugalah yang merupakan materi pembekalan wajib anggota FPI.

Acara daurah ditutup sekitar pukul 12.00 Wis setelah sebelumnya diisi dengan tanggapan dan aspirasi pengurus PCNU Pasuruan, yang salah satunya disampaikan oleh KH. Muhibbul Aman Aly (Gus Muhib). Gus Muhib memohon agar para elite organisasi, baik FPI, NU, maupun Muhammadiyah tidak mengeluarkan statemen yang berpotensi menimbulkan kebingungan di masyarakat.

====

Penulis: Ahmad Sabiq Ni’am
Editor: Afan Efendi

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Chat WA dengan kami