Siapa Pencetus Maulid Nabi?

share to

Maulid Nabi adalah perkumpulan yang didalamnya bertujuan untuk mengungkapkan dan menampakkan rasa syukur dan nikmat atas Nabi Muhammad SAW dengan pembacaan maulid dan sebagian ayat al-Quran. Dan perbuatan semacam ini secara signifikan atau khusus belum pernah diadakan di masa Nabi Muhammad SAW bahkan di masa Sahabat dan Tabiin juga belum ada. Lalu siapakah yang mencetuskan kegiatan Maulidan ini. Berikut daftar nama-nama yang kami cuplik dari majalah Sidogiri Media Edisi 154.\

Baca juga: Merayakan Maulid Nabi dengan Rebana

  1. Khaizuran binti Atha’

Merupakan ibunda Khalifah Harun ar-Rasyid dan Istri Khalifah Muhammad al-Mahdi, Penguasa Dinasti Abbasiyah. Diceritakan, pada bulan Ramadhan tahun 171 H, Umi Khaizuran berangkat menunaikan ibadah haji. Menurut catatan Nuruddin Ali as-Samhudi (w. 911 H) dalam Wafa’ul-wafa bi-Akhbari Daril-Mushthafa, saat itu Umi  Khaizuran mempelopori perayaan maulid Nabi pertama yang diadakan di Masjid Nabawi. Kemudian di Makkah, beliau membeli rumah tempat kelahiran Rasulullah SAW dan mengajak masyarakat merayakan maulid Nabi di rumah masing-masing. Sekembalinya ke Irak, pusat Pemerintahan Abbasiyah, perayaan maulid pun diadakan. Konon, perayaan maulid juga dimaksudkan untuk menyaingi perayaan Nairuz dan Mahrjan yang masih sakral bagi bangsa Persia. Bunda Ratu Khaizuran wafat pada tahun 173 H.

 

  1. Al-Malla’ Umar bin Muhammad al-Maushili

Beliau merupakan penulis buku Sirah Wasilatul-Mubtadiin fi Sirati Sayyidil-Mursalin. Menurut sejarawan Abu Syamah Abdurrahman bin Ismail ad-Dimsyqi (w. 665 H) al-Malla adalah orang pertama yang mengadakan perayaan maulid Nabi. Beliau mengadakannya setiap tahun di Zawiyahnya bersama para Ulama dan Bangsawan. (Zawiyah adalah tempat bertafakur bagi para Sufi atau bisa juga sebuah tempat pojok). Beliau wafat pada tahun 570 H.

Baca juga: Hukum Bersalawat Diiringi Rebana

  1. Al-Malik Muzhaffaruddin Abu Said Gokbori bin Zainuddin (549-630 H)

Beliau yang paling masyhur sebagai pencetus diadakannya Maulid Nabi. Beliau merupakan Gubernur Irbil pada masa Pemerintahan Dinasti Ayyubiyah, sekaligus merupakan adik ipar Khalifah Salahuddin al-Ayyubi yang menikahi Rabi’ah Khatun.

Menurut Imam as-Suyuthi (w. 911 H), al-Malik Muzhaffar adalah orang pertama yang mengadakan perayaan Maulid secara teratur, mewah,  dan besar-besaran.

Baca juga: Memahami Hukum dan Sejarah Maulid Nabi

Dalam Wafayatul-A’yan, Ibnu Khallikan mencatat: “ al-Hafizh Abul Khaththab bin Dihyah, seorang ulama besar dan tokoh masyhur, datang dari Maghrib ke Syam dan Irak. Pada tahun 604, beliau melewati kota Irbil dan mendapati penguasa tersebut merayakan Maulid Nabi. Abul Khaththab lantas menulis at-Tanwir fi malidil-Basyir an-Nadzir dan membacakannya di hadapan al-Malik Muzhaffar. Sang gubernur menghadiahinya 1000 dinar”.

Baca Juga: Renungan Bagi Pembenci Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam

Musafal H/ dicuplik dari Sidogiri Media Edisi 154 dengan sedikit perubahan.

Lihat juga artikel lain tentang maulid di sini!

Oh, ya, jangan lupa disebar link-nya, ya!

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *