Sebanyak 90 peserta mengikuti tes pemrograman yang diselenggarakan oleh Badan Pengelolaan dan Pengembangan Sumber Daya Insani (BP2SDI). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 20 Dzulhijjah 1447 H ini dilaksanakan berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh Badan Pengembangan Sistem dan Teknologi Informasi (BPSTI).
Program ini menjadi bagian dari upaya BP2SDI dalam mengonsolidasikan seluruh kegiatan pengembangan keterampilan santri di bawah satu koordinasi. Sebelumnya, BP2SDI juga telah menggelar pelatihan fotografi bagi delegasi media Pondok Pesantren Sidogiri pada awal Juni lalu.
Baca juga: Tingkatkan Keterampilan Santri, BP2SDI Gelar Pelatihan Fotografi bagi Delegasi Media
Pelaksanaan tes berlangsung di Laboratorium Komputer Kantor Sekretariat dengan pengawasan langsung dari Tim IT Sidogiri. Untuk menjaga objektivitas dan kualitas penilaian, peserta menjalani dua sesi ujian setiap harinya yang terbagi dalam dua tahapan utama.
Baca juga: Ustadz Abd Roqib Saki: Santri Sejati Konsisten Memegang Prinsip
Tahap pertama, berupa tes teori logika untuk mengukur kemampuan berpikir komputasional peserta melalui soal-soal tertulis. Adapun tahap kedua, berupa praktik pemrograman, di mana peserta diminta menyusun dan menyelesaikan sejumlah kode program sesuai instruksi yang telah ditentukan.

Selama ujian berlangsung, peserta dituntut mampu memahami persoalan, menyusun solusi secara sistematis, serta menyelesaikan program dalam waktu yang terbatas. Ketelitian juga menjadi faktor penting agar setiap baris kode yang ditulis terhindar dari kesalahan yang dapat menyebabkan program gagal dijalankan.
Menariknya, tes ini diikuti oleh peserta dengan latar belakang kemampuan yang beragam. Sebagian telah memiliki dasar pengetahuan komputer, sementara sebagian lainnya baru mengenal dunia pemrograman.
“Awalnya, kami sangat asing melihat kode-kode berwarna di komputer karena jarang sekali berinteraksi dengan perangkat tersebut selama di pondok. Namun, hal itu tidak mengurangi semangat kami untuk belajar komputer dan pemrograman,” ujar Ahmad Haidar Dardiri, peserta asal Surabaya.
Baca juga: Orientasi Insan Pers: Meneguhkan Nilai-Nilai Salaf di Era Media Digital
Ketua Tim IT, Wildan Abdillah, menjelaskan bahwa hasil tes akan digunakan untuk mengukur kemampuan peserta dalam bidang pemrograman, logika berpikir, dan pemecahan masalah.
“Peserta yang memenuhi kriteria akan dinyatakan lulus dan berhak mengikuti tahap berikutnya, yaitu pelatihan programmer,” ungkapnya.
Meski diikuti puluhan peserta, kuota yang tersedia sangat terbatas. Tim IT hanya akan memilih peserta terbaik yang memenuhi standar kompetensi untuk melanjutkan ke program pembinaan intensif.
Baca juga: STAI Sidogiri Perluas Kiprah Internasional, Sosialisasikan Program Kuliah Berbasis Pesantren
Melalui seleksi ini, pengurus berharap lahir santri-santri yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi dan pengembangan perangkat lunak, sehingga mampu berkontribusi dalam pengembangan sistem dan teknologi di lingkungan Pondok Pesantren Sidogiri pada masa mendatang.
Penulis: Nijaful Ali
Editor: Elmaghroby












