Antara NU dan Aswaja

share to

Sebagai mana yang telah dijadwalkan, pada malam Sabtu (23/08) peserta Annajah Center Sidogiri (ACS) semester satu mengikuti mentoring yang bertempat di ruang istirahat guru Aliyah, lantai dasar mabna al-Ghazali. Mentor pada mentoring kali ini adalah Ust. Moh. Achyat Ahmat, Dewan Pakar sekaligus direktur ACS. Mentoring yang berlangsung mulai dari jam 09:00 sampai 10:00 Wis ini membahas tentang Posisi Nahdlatul Ulama (NU) dalam Ahlussunnah wal Jamaah.

Dalam sejarahnya, NU merupakan organisasi yang didirikan oleh ulama yang berfaham Ahlussunnah wal Jamaah. Juga, memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berakidah Ahlusunnah Waljamaah. Sekaligus kitab Qanûn Asâsi yang dikarang langsung Mbah Hasyim.

Baca juga: ACS Adakan Pelatihan Menulis Artikel

Dari sanalah, seseorang bisa dikatakan NU bila sesuai dengan undang-unadang NU sendiri. Semisal, ada nadliyyin yang tidak sesuai dengan Ahlusunnah Waljamaah, berarti dia tidak mewakili NU. Contoh mudahnya, santri yang tidak sesuai dengan peraturan pesantren, maka tidak bisa mewakili dari nama besar pesantren itu sendiri. Meski pun masih santri aktif sekali pun.

Dalam NU sendiri ada beberapa orang, pengurus atau bahkan pemimpin di tubuh NU itu sendiri, yang menganut paham sedikit nyeleneh atau bisa dibilang kontroversial, sehingga tidak jarang mereka membuat umat menjadi ribut, bahkan ada yang sampai memilih mufaraqah karena merasa bermakmum pada imam yang kentut di pertengahan salat. Akan tetapi, itu semua tidak menafikan bahwa NU itu tetap Ahlussunnah wal Jamaah. “Jadi NU itu pasti Aswaja tapi Aswaja belum tentu NU” jelas salah satu staf pengajar Aliyah ini.

Baca juga: Ust Fauzan Imron: Perbedaan Ilmu Kalam dan Filsafat

“Selain NU juga bisa dikategorikan Aswaja jika sesuai dengan kriteria Aswaja” lanjut beliau. Karena NU itu lebih khusus dari Ahlussunnah wal Jamaah. Untuk menyikapi pemimpin yang kontroversial seharusnya kita menolak pemikiran kontroversial dari pemimpin itu, bukan malah menyalahkan NU apalagi mencacimaki.

Baca juga: Ust. Moh. Achyat Ahmad: Kufur Terhadap Ghaibiyat Merusak Akidah

_________

Penulis: Kanzul Hikam

Editor: Saeful Bahri bin Ripit

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *