Malam Ahad (04/02), Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) mengadakan gerak batin bersama di masing-masing wilayah kepengurusan IASS yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri. Kegiatan ini ditujukan untuk menyambut 1 abad Nahdlatul Ulama (NU) yang dilaksanakan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (07/02).

Sebelumnya, Pengurus Pusat IASS telah mengedarkan surat instruksi No: 123/IASS.800/Int/VII.1444 kepada seluruh PW IASS. Surat instruksi tersebut diedarkan setelah mendapat restu dan tanda tangan Ketua PP IASS, H. Achmad Sa’dulloh Abd. Alim. Dalam edaran tersebut, acara gerak batin yang mengusung tema, “Gerak Batin Sidogiri untuk Satu Abad NU” ini dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB bada Isya awal.
Kegiatan istigasah ini bertempat di masing-masing wilayah mengikuti kebijakan Ketua PW IASS. Khusus untuk PW Pasuruan, dilaksanakan di Gedung 1455 Pohjentrek Pasuruan. Acara ini dihadiri oleh keluarga Sidogiri dan beberapa Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Pasuruan, salah satunya Ketua PCNU Pasuruan, K.H. Imron Mutamakkin.
“Kegiatan gerak batin Sidogiri ini dalam rangka menyambut 1 abad NU sesuai instruksi dari Pengurus Pusat IASS. Kegiatan ini adalah bentuk keikutsertaan IASS dalam rangka menyambut Hari Lahir (Harlah) NU ke-100 tahun. Sebelumnya, Pengurus Pusat IASS menginstruksikan kepada seluruh PW IASS yang ada di Indonesia maupun di beberapa negara untuk melaksanakan kegiatan tersebut,” kata Sekretaris PW IASS Pasuruan, Ust. Fahrur Rozi seperti dilansir dari akun youtube IASS Media.
Materi istigasah yang dibaca adalah ijazah dari K.H. Hasani dan K.H. Abdul Alim, di antaranya surah Yasin, surah Waqi’ah, dan lain-lain.
Menurut Ketua PCNU Pasuruan, K.H. Imron Mutamakkin mengungkapkan bahwa momen 1 abad NU ini adalah momen yang sangat membahagiakan karena kita berada di akhir berdirinya NU yang telah didirikan oleh para leluhur NU, seratus tahun yang lalu.
“Momen ini adalah momen yang bagi kami, mungkin tidak akan tertulang lagi karena untuk sampai pada abad kedua butuh usia seratus tahun lagi, jadi sangat tidak mungkin. Euforia wajah Nahdliyyin saat ini bisa kita rasakan oleh semua,” jelasnya.

Kegiatan ini juga diikuti oleh IASS luar negeri di antaranya IASS Saudi Arabia, Malaysia, Mesir, dan Yaman.
“Mungkin dengan pembacaan istighasah rutinan ini bisa menjadi salah satu kekuatan Sidogiri. Apa yang dilakukan Sidogiri itu yang harus dilakukan oleh orang luar,” pungkasnya.












