BeritaUnggulan

Seleksi Daerah Khusus Sidogiri: Ruang Tumbuh Bakat dan Intelektual Santri

Beberapa asrama khusus di Pondok Pesantren Sidogiri kembali menggelar seleksi masuk, sebuah program pengembangan yang dirancang untuk mengasah potensi intelektual dan bakat keilmuan santri secara lebih fokus dan mendalam. Terdapat empat daerah khusus yang dapat dipilih santri sesuai minat dan kemampuan masing-masing.

Salah satu daerah khusus tersebut berfokus pada penguasaan bahasa Arab dan Inggris. Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Asing (LPBAA), dengan penekanan pada penguatan kompetensi bahasa melalui pembelajaran intensif di ruang kelas serta pembinaan praktik berbahasa di lingkungan asrama.

“Mengenai ketentuan, kami menerima santri dengan nilai rata-rata minimal sembilan. Hal ini bertujuan menunjang efektivitas pembelajaran sekaligus memastikan santri mampu memahami materi secara optimal,” ujar Badrut Tamam, Wakil II LPBAA.

Baca juga: Ma’had Aly Sidogiri Gelar Sosialisasi dan Bimbingan Penulisan Risalah bagi Mahasantri Semester V

Santri yang lolos seleksi akan mengikuti kursus intensif selama sepuluh hari sebagai pengenalan dasar agar mampu berkomunikasi aktif di lingkungan asrama baru.

Proses pembelajaran di daerah atau asrama ini menggunakan dua pendekatan utama. Pertama, pendalaman materi di kelas melalui sistem mustawa. Kedua, penguatan kemampuan bahasa melalui kegiatan penunjang, seperti Lailatun Nujum yang dilaksanakan setiap pekan dan Mahrajan Lughawi yang sempat digelar pada Jumat malam (06/06).

Baca juga: Asah Kemampuan Bahasa, LPBAA Gelar Mahrajan Lughawi

Selain bidang bahasa, tersedia pula daerah khusus yang berfokus pada hafalan mandzumah matan. “Kami memiliki program untuk memudahkan santri menghafal matan kitab dalam bentuk nadzam, disertai pembinaan halaqah agar penguasaan ilmu alat, yang sebagai kunci memahami disiplin ilmu lain tetap terjaga,” jelas Ust. Imaduddin, Kepala Daerah O.

Santri di daerah ini ditargetkan menguasai kitab Alfiyah Ibnu Malik, Imrithi, dan Maqsud. Setelah seluruh tahapan diselesaikan, santri akan mengikuti prosesi wisuda melalui serangkaian tes bertahap.

Baca juga: Road to Imni, Ujian Penentu bagi Murid Kelas Akhir

Sementara itu, Daerah Khusus Tahfidz Hadits hadir untuk mencetak santri yang tidak hanya kuat secara hafalan, tetapi juga berakhlak sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Metode pembelajaran meliputi hafalan kitab Bulughul Maram, Arba’in Nawawi, Syamail Nabawiyah, hingga Al-Baiquniyah. Para peserta juga diwajibkan mempresentasikan hafalan mereka dalam forum halaqah sebagai bentuk penguatan pemahaman.

Adapun daerah khusus terakhir diperuntukkan bagi santri penghafal al-Quran, dengan penekanan pada nilai himmah dan istiqamah. “Kami menerapkan jadwal hafalan wajib pada waktu subuh dan sore, disertai agenda khataman serta takrar. Target minimalnya adalah delapan lembar hafalan setiap bulan,” terang Ust. Achmad Fadili, Taklimiyah II Daerah T.

Baca juga: Seminar Jurusan Tarbiyah & Dakwah, Angkat Tema Revitalisasi Metode Dakwah Nabawiyah

Melalui seleksi masuk beberapa daerah khusus ini, Pondok Pesantren Sidogiri berharap para santri mampu mengembangkan potensi terbaiknya secara optimal, sekaligus memperkuat peran santri dalam menjaga dan melanjutkan tradisi literasi keilmuan Islam.

Penulis: Nijaful Ali
Editor: Fahmi Aqwa

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *