Alumni Universitas al-Azhar, Kairo, Ust. M. Nuruddin, Lc., MA mengunjungi Asrama Arab Pondok Pesantren Sidogiri pada Rabu (18/09). Ditemani Syekh Mohamed Abouelmagd Baghat Abdelmonem, kunjungan yang dikemas dengan bingkai Muhadharah ini dihadiri oleh pelajar kelas lanjutan LPBAA.
Penulis buku Logical Fallacy tersebut mengungkapkan kekagumannya kepada para santri. “Kalianlah yang pantas melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, karena telah mempelajari ilmu-ilmu asas di pesantren,” jelas Ust. Nuruddin dengan bahasa Arab.
Baca Juga: Bersaing di Ajang Nasional, 2 Utusan Sidogiri Juarai Lomba Cipta Syair Arab
“Berbeda dengan mayoritas pelajar masa kini, mereka banyak meninggalkan pelajaran asas, dan itulah yang menyebabkan banyak problematika ideologi tumbuh di antara umat muslim,” sambungnya.
Mengenai produktivitas menulis, beliau mengungkapkan bahwa ilmu fundamental seperti fikih dan kalam itulah yang menjadikannya bisa memiliki 18 karya tulis yang berhasil diterbitkan. “Dengan mempelajari ilmu asas, kalian telah mempelajari ilmu yang sama dengan apa yang membuat saya berhasil menulis buku dengan hanya waktu beberapa bulan,” jelas beliau memotivasi para santri.
Menurutnya, untuk mempelajari bahasa asing tidaklah cukup dengan mengetahui kaidah linguistik yang berlaku. Namun, juga perlu dilatih dengan sering berdialog, khususnya dengan native speaker dari bahasa tersebut. “Berdialog itu penting, jangan cukupkan dengan kaidah berbahasa, tetapi usahakan terbiasa untuk berbicara dengan orang asing,” tutur penulis buku Panduan Praktis Agar Kita Gila Membaca & Menulis ini.
“Orang asli Mesir pun banyak yang tidak mengerti bahasa Arab yang fasih. Alasannya, karena mereka tidak terbiasa berbahasa Arab seperti itu,” lanjutnya.
Alumni jurusan Ushuluddin tersebut memberikan tip untuk para santri yang hendak melanjutkan studinya ke Kairo, Mesir. “Sebelum berangkat ke Mesir, kalian harus terbiasa hidup mandiri dan disiplin, karena setelah sampai di sana, tidak akan ada satu pun yang akan menyuruh kalian untuk belajar, membaca kitab, dan hadir majelis,” jelas pria kelahiran Sukabumi tersebut.
Penulis: A. Kholil
Editor: Nur Hudarrohman












